Kelapa & Alpukat…

Aku Jahat…

April 25, 2008 · 1 Tanggapan

Good or Evil?Tuan dan puan pembaca sekalian, pernahkah anda merasa menjadi seorang penjahat? Saya yakin hampir setiap manusia di dunia pernah memerankan peran ‘penjahat’ dengan takarannya masing-masing. Mungkin hal ‘kecil’ seperti mencuri permen teman sebangku waktu masih SD atau berbuat curang saat main petak umpet. Atau mungkin hal ‘besar’ seperti menyakiti hati teman, orang tua, dan lain sebagainya.

Beberapakali, saya merasakan hal yang sama. Tidak…mungkin lebih daripada itu. Seringkali saya merasa menjadi seorang penjahat besar akibat seringnya saya menyakiti hati saudara-saudara saya. Dan saat itu, rasa-rasanya saya sudah menjadi pengkhianat risalah yang Allah turunkan. Keep reading →

→ 1 CommentKategori: Islam · Sampah Hati

AKHIR PEMIKIRAN IBU KARTINI

April 24, 2008 · 3 Tanggapan

Dikutip dari Majalah Elfata edisi 04 volume 08 tahun 2008.

Kartini dianggap sebagai pelopor perjuangan emansipasi di Indonesia. dan akhir-akhir ini namanya dihubung-hubungkan dengan kata feminisme.

Apa yang terlanjur lekat dengan sosok Kartini sebenarnya hanyalah sebagian proses hidupnya yang gelisah. Akhir proses kartini tak banyak terungkap. Pemikiran pada awal prosesnya-lah yang terlanjur lantang disuarakan sehingga lekat pada namanya. Padahal, menjelang akhir hayatnya, Pemikiran kartini telah banyak berubah.


KARTINI DULU

Ngga bisa disalahkan kalo ada orang yang beranggapan Kartini memperjuangkan emansipasi, mendobrak adat, dan berkiblat ke Barat, serta mengkritisi Islam. Pada awalnya, Kartini emang demikian. Inilah contoh surat-suratnya: Keep reading →

→ 3 CommentsKategori: Islam · Pemikiran

Beginilah Cinta…!!!

April 24, 2008 · Tidak ada Komentar

Ditulis oleh Andita Sely Bestoro
disalin dari situs Majalah-Elfata.com

Love me or the money?Berbicara tentang masalah cinta memang tidak akan pernah ada habisnya. Satu hal yang terlihat sederhana, namun dalam aplikasinya memiliki keruwetan yang luas biasa. Yah, itulah cinta. Banyak kalangan berbicara dan mencoba mendefinisikan tentang makna cinta itu sendiri. Dengan segala dasar pemikiran dan latar belakang yang berbeda, tentu akan definisi yang dihasilkan akan berbeda pula. Berbagai argumen telah dikemukakan, bermacam analisis pun juga telah diupayakan. Namun, kembali lagi, cinta tetap sesuatu yang susah untuk didefinisikan. Sehingga sampai sekarang, tidak ada satu definisi cinta yang disepakati oleh seluruh manusia. Suatu hal yang wajar menurut saya, karena cinta itu tidak dapat dikatakan, namun hanya dapat dirasakan.

Sebagian orang telah berhasil melabuhkan cintanya kepada mahligai pernikahan. Mungkin mereka akan tahu bagaimana keindahan cinta itu sendiri -meski harus diakui tidak ada standar yang pasti tentang makna keindahan itu sendiri. Walau secara jujur harus kita katakan bahwa cinta juga selalu memiliki sisi yang membuat emosi negatif seseorang bergejolak, namun itu adalah hal yang wajar dan terlalu lumrah. Itu yang saya rasakan. Pernikahan tanpa sesuatu yang membuat perasaan nggak enak bukanlah sebuah pernikahan, namun lebih berupa mimpi belaka. Istilah Bunda saya, pernikahan tanpa masalah seperti mobil tak beroda. Nggak bisa jalan. Sehingga cepat atau lambat, mereka akan terpaku di tempat dan perlahan karam ditelan ombak kehidupan. Suatu hal yang tentu saja tidak pernah diinginkan oleh setiap pasangan yang menikah. Keep reading →

→ No CommentsKategori: Uncategorized

Kisah Sebuah Menara…

April 20, 2008 · 3 Tanggapan

Kisah Sebuah Menara…

oleh Aditya Syarief

Menara GadingDahulu kala, ada seorang raja diraja.
Seseorang yang dihormati karena kekuasaannya.
Tak ada yang berani membantahnya,
apalagi melawannya.

Ia baca kitab lama.
Isinya tentang pembangunan menara.
Yang mencerdaskan nusa dan bangsa.

Sejak itu,
membuat menara tertinggi, ia punya cita-cita.
Tapi kata cerdas ia lupa.
Ia akan bangun sebuah menara,
yang jadi perlambang adidaya dirinya.

Keep reading →

→ 3 CommentsKategori: Puisi · Sampah Hati · Sastra

Selamat Pagi Ayah

April 1, 2008 · 1 Tanggapan

Selamat Pagi Ayah

oleh Alfia Nurul Rakhmatika / TN XV

Ayah...

Untuk Ayah…

Selamat pagi ayah,
Selamat pagi??
Iya, karena kuingin agar hari-harimu selalu seindah pagi yang hangat.

Bagaimana kabar ayah?
Ah ya, aku sudah tahu,
Ayah pasti baik-baik saja,
karena saat ini aku bisa merasakan semangat ayah dalam diriku,
dan karena itulah ayah pasti tahu aku baik-baik saja.

Tak terasa kini aku sudah menjadi seorang mahasiswa.
Doakan aku ya Yah, karena dengan doa dan restumu aku pasti bisa.
Doakan agar anakmu ini bisa menjalani hidup
dengan penuh semangat dan rasa syukur,
Seperti kata ayah,bersemangat dalam menjalani hidup adalah hakikat syukur
yang sesungguhnya, benar kan? Keep reading →

→ 1 CommentKategori: Puisi · Sastra

Kamu tahu kan?

Maret 31, 2008 · Tidak ada Komentar

IntanMasak kamu tidak tahu
Jangan mentang-mentang kamu benda terkeras yang aku tahu

Lalu kamu tidak tahu
Entah tidak tahu atau tidak mau tahu

Masak kamu tidak merasa
Jangan mentang-mentang kamu benda terkeras di dunia

Yang aku tahu kamu masih berdaging, berdarah, dan bertulang
berhati di dada, berotak di kepala

Masak kamu masih belum paham
Jangan mentang-mentang kamu benda terkeras yang diketahui manusia

Ah..

[deleted]

—-
Semoga kau jadi seindah namamu ya…

→ No CommentsKategori: Puisi · Sampah Hati · Sastra

Kelanjutan Studi

Maret 23, 2008 · 2 Tanggapan

Globe

Kalau anda buka-buka milis dan berbagai situs di seluruh dunia, anda akan kebingungan mencari tempat untuk melanjutkan studi. Bingungnya bukan bingung karena kesulitan mencari, melainkan karena banyak kesempatan yang ada.

Di Indonesia saja, S2 dan S3 dengan kualitas pendidikan yang cukup baik sudah ada. Misalnya, ITB dan ITS untuk engineering, UI untuk hukum, ekonomi, dan banyak lagi lainnya. Beasiswa S2 lokal juga cukup banyak. Tinggal masalah niat dan prestasi yang dimiliki.

Di Asia Tenggara, S2 dan S3 malah lebih menarik lagi. Singapura membuka keran pendidikan lebar-lebar. Beasiswa, loan, dan fasilitas lain bagi yang kurang mampu pun cukup banyak. Universitasnya? NTU dan NUS sudah masuk jajaran universitas kelas dunia. Pilihan lainnya ada di Malaysia yang banyak terdapat universitas dengan kualitas yang bersaing.

Keep reading →

→ 2 CommentsKategori: Sampah Hati · Teknologi

Udah Punya Pacar Blon?

Maret 15, 2008 · 1 Tanggapan

Pacaran?Kemarin, saya pulang ke Jakarta untuk kangen-kangenan sama orang tua. Maklum, untuk kategori mahasiswa yang berasal dari Jakarta, saya ini terhitung jarang pulang. Seperti biasa, naik travel xtrans dari waiting list tapi berangkat pada keberangkatan pertama.

Nah…di Jakarta, sepupu saya ternyata datang juga dari Semarang. Dan pertanyaan klasik bin sakti itu selalu muncul, “Gimana cewek Bandung dek?” atau “Ceweknya cantik gak?”. Begitu pula saat ketemu teman ibu, teman bapak, tante, om, pakde, bude, tetangga, semuanya pasti bertanya, “Uda punya cewek blon?”…

Weleh-weleh…begitu pentingnya kah punya pacar?

Jujur ajalah, saya ini kalau melihat perempuan di kampus yang seliweran gak karuan, ya terkadang mikir juga soal pacaran. Apalagi ngeliat teman-teman sejurusan, sekosan hampir semuanya pacaran atau minimal kebelet pacaran. Tapi, Alhamdulilah-he, gusti Allah jek maringi hidayah.

Soalnya, saya melihat yang teman-teman lakukan itu sangat-sangat berdampak buruk. Bagi diri sendiri, hati, dan terkadang orang lain juga jadi kena imbasnya. Lagipula, dari pada telepon-teleponan tengah malem, kan mendingan tahajud. Udah nambah pahala, gak ngabisin pulsa pula. Dari pada jalan-jalan berduaan, mending dengerin kajian radio rodja…

Jadi, kalau ngeliat ada gerombolan cewek cantik lewat ya wis langsung mikir, “Ya udahlah ya…beda dunia juga”. Atau sering mikir juga, “Nek sampean jodoh, Gusti Allah bakal maringi hidayah.”

huehehehe…Abis itu tinggal memalingkan pandangan deh….jauh-jauh. Dan Alhamdulillah sekarang masih diparingi ikhlas…

Tapi kalau dipikir-pikir, mana ada juga cewek zaman sekarang yang mau…udah melihara jenggot, celana cingkrang, gak tau lagu hits terbaru, katrok…hehehe…

Alhamdulillah…

→ 1 CommentKategori: Sampah Hati

Tuhan Sembilan Senti

Februari 25, 2008 · 8 Tanggapan

No Smoking Please!!!Puisi yang bagus dari bapak Taufik Ismail. Semoga esok hari lebih banyak lagi penyair yang agamis dan menyeru pada kebaikan. Postingan ini didedikasikan terutama untuk qori asal Karanganyar yang diberi keindahan suara oleh Allah subhanahu wa ta’ala, mantan ikhwan kajian (semoga Allah memberi hidayah, memberi petunjuk dan kekuatan untuk kembali ke jalanNya) yang mengalami masa kanak-kanak di Papua selama 5 tahun, dan teman-teman lain yang masih terjerat rokok.

Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufik Ismail

baca selanjutnya

→ 8 CommentsKategori: Puisi · Sastra